Berita

BINCANG SERU GROWTH WITH SOCIETY MELALUI SMART HYDROPONIC UWP

Sejak 2015 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah mencanangkan program Sustainable Develoments Goals (SDGs). Program tersebut juga telah diadopsi oleh Indonesia. Diantara tujuan SDGs tersebut adalah Zero Hunger (Bebas Kelaparan) serta Affordable and Clean Energy (Energi Bersih dan Terjangkau).

Sejalan dengan tujuan tersebut, Universitas Wijaya Putra Surabaya tengah mengembangkan program Hydroponic Zero Pesticide dengan teknologi energi baru terbarukan berupa penggunaan panel surya yang dirintis sejak 2022. Hal ini disampaikan oleh Ong Andre Riyanto yang merupakan pakar energi baru terbarukan di Jawa Timur sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra, serta Dwiyana Anela Kurniasari yang merupakan aktivis lingkungan di Jawa Timur sekaligus Dosen Fakultas Pertanian dalam Podcast BIncangseRu (BIRU), Selasa (7/6/2022) yang disiarkan pada channel YouTube fakultashukumuwp.

Narasumber pertama, Ong Andre menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan program Pemerintah yakni ketahanan pangan dan green economy untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kesetaraan sosial, serta mengurangi resiko lingkungan secara signifikan. Selain itu, UWP juga memiliki inovasi baru dengan menggabungkan teknologi energi baru terbarukan dan hydroponic zero pesticide yang disebut dengan smart hydroponic, yakni menggunakan panel surya sebagai tenaga listrik untuk pompa air yang akan disalurkan pada tanaman hydroponic sebagai energi yang lebih murah.

“Teknologi yang diterapkan diharapkan bisa memberikan benefit yang tidak hanya secara teknologi saja tetapi juga dari aspek ekonomi dan juga efisiensinya kepadanya masyarakat dengan harapan kedepannya solar panel dan vertikal wind turbine bisa dirancang sendiri oleh masyarakat.” Tutur Ong Andre

Narasumber lainnya, Anela menambahkan bahwa tanaman hydroponic menjadi salah satu pilihan agribisnis dikarenakan merupakan tanaman yang spesial, aman dikonsumsi, pasarnya adalah kelas menengah ke atas, serta memiliki nilai jual yang tinggi.

Program tersebut menjadi rujukan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang direalisasikan pada kecamatan dan kelurahan serta akan diterapkan di seluruh Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya, dengan harapan agar menjadi program percontohan nasional yang tentu output-nya adalah kesejahteraan masyarakat. Diantara kecamatan yang telah menerapkan program tersebut di Surabaya adalah masyarakat di Kecamatan Pakal dan Kecamatan Benowo.

Rektor Universitas Wijaya Putra Dr. Budi Endarto, mengapresiasi program tersebut karena sejalan dengan visi Universitas Wijaya Putra yaitu Growth With Society, yang bermakna Wijaya Putra akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Diharapkan program tersebut juga berkolaborasi dengan Fakultas Hukum terkait Hak Kekayaan Intelektual yang berupa paten sehingga semakin memberikan manfaat bagi institusi, Pemerintah dan masyarakat sekitar.

  • Admin
  • 22 Jun 2022 , 13:01 WIB