Berita

FH UWP RESMIKAN LABORATORIUM HUKUM TAUFIQURRAHMAN

Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra (FH UWP) meresmikan Laboratorium Hukum Taufiqurrahman pada Rabu, 10 Juli 2024 di UWP Kampus Benowo.

Acara diisi dengan tasyakuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh segenap pejabat struktural Universitas Wijaya Putra.

Dekan FH UWP, Dr. Andy Usmina Wijaya, S.H., M.H., pada sambutannya menyampaikan bahwa Laboratorium Hukum Taufiqurrahman merupakan laboratorium yang digunakan untuk mendukung kegiatan Pendidikan dan Latihan Kemahiran Hukum (PLKH) yang merupakan mata kuliah wajib di seluruh Fakultas Hukum di Indonesia.

Berbeda dengan laboratorium PLKH pada umumnya yang berisikan ruang sidang di pengadilan, Laboratorium Hukum Taufiqurrahman juga dilengkapi dengan peralatan teknologi termutakhir untuk mendukung persidangan secara elektronik atau e-court yang sejalan dengan program digitalisasi pengadilan yang dicanangkan oleh Mahkamah Agung RI.

“Hal ini untuk meningkatkan kualitas mahasiswa FH UWP dalam skill beracara, sejalan dengan moto FH UWP sebagai School of Litigators”, Ujar Andy.

Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, S.H., M.Hum., mengapresiasi terbentuknya Laboratorium Hukum Taufiqurrahman. Ia menyampaikan bahwa Laboratorium tersebut merupakan apresiasi terhadap salah satu Dosen FH UWP yang juga merupakan Wakil Ketua Asosiasi Laboratorium Hukum Indonesia (ALHI), Dr. Taufiqurrahman, S.H., M.Hum., yang wafat pada 25 Mei 2024 silam.

“Ini merupakan apresiasi terhadap beliau atas dedikasinya selama 30 tahun mengabdi di UWP, termasuk dalam mengajar hukum acara dan PLKH di FH UWP”, Kata Budi.

Ia bersyukur bahwa cita-cita Dr. Taufiqurrahman sebelum wafat, yakni pembentukan laboratorium hukum telah terlaksana.

“Apresiasi kepada Fakultas Hukum juga disampaikan dengan merealisasikannya, bahkan sebelum 40 harinya beliau. Saya percaya bahwa beliau pasti bangga di sana”. Ujarnya.

Selepas acara tasyakuran tersebut, Laboratorium Hukum Taufiqurrahman langsung digunakan untuk praktik simulasi persidangan secara elektronik yang diperankan oleh mahasiswa semester akhir FH UWP. Praktik persidangan secara elektronik tersebut mengambil kasus tindak pidana perzinahan berlangsung lancar dan sukses.

Dekan FH UWP berharap Laboratorium Hukum tersebut tidak hanya digunakan untuk praktik persidangan elektronik semata, melainkan juga untuk kegiatan-kegiatan akademik yang berbasis elektronik yang dapat menunjang skill mahasiswa, sejalan dengan moto School of Litigators.

  • Admin
  • 11 Jul 2024 , 14:04 WIB